Mengapung Ketika Hujan

  

Apa yang kau lihat pada hujan?
Hujan merefleksikan keindahan semesta, memantulkan wajahmu dalam piksel terkecil di bulir air yang akan jatuh ke tanah. Kamu melempar payungmu, membebaskan dirimu menari di bawah hujan. Berputar seperti bumi.

Pada saat itu, sekilas kau lempar senyum kepadaku. Detail yang tak bisa kupahat di medium apa pun selain kenangan.

Dan aku tak bergerak. Diam di sana, menonton asap kopi yang menari di sudut mataku. Menanti kejatuhan matahari di ujung cakrawala. Dan benakku pun dipenuhi jutaan ‘jika’. Riuh seperti kantor, sibuk seperti mesin, buram seperti kabut.

Apakah seharusnya aku memutar balik?

Bagaimana jika kekacauan ini ku lempar saja ke tempat sampah?

Dan kita sama-sama tahu, kamu adalah pemantik yang membakar sumbu, menyalakan mimpi sampai berkobar. Tetapi kamu menyalakanku di bawah hujan, bukan di kamar yang remang ketika siluetmu bisa tercetak lebih tebal.

Kamu adalah akhir yang tergaris di tengah perjalanan. 

Memberi kebuntuan seraya berujar, β€˜Aku bukan bagian dari mimpimu.’

Advertisements

2 thoughts on “Mengapung Ketika Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s