Sendirian, Kenapa Gak Bisa Nyaman?

  
Kalau hidup bahagia mempunyai resep, tentu kenyamanan menjadi salah satu bahan yang harus ada untuk membuatnya komplit. Izinkan gue bertanya. Gimana bisa kamu bahagia kalau gak pernah merasa nyaman, ke mana aja selalu resah dan ngerasa ada yang kurang, selalu merasa… gak komplit?

Dan, seperti judul di atas, kadang gue suka bertanya-tanya tentang orang-orang yang selalu butuh orang lain agar ia bisa nyaman. Padahal, sahabat terdekat kita adalah diri kita sendiri. Sebelum membahagiakan orang lain, bahagiakan diri sendiri. 

Oh! Gak jarang juga kebahagiaan orang lain juga menjadi kebahagiaan kita, kan?

Sebagai seorang intovert (mungkin gak introvert banget, soalnya kalo udah kenal dekat, gue bisa sangat terbuka dan bawel), menyendiri adalah salah satu aktivitas wajib gue setiap hari. Yang gue lakukan biasanya selalu sama. Mengunci diri di kamar, lalu melayani diri gue sebaik mungkin dengan minuman hangat, buku yang bagus, dan musik. Terkadang, kalau jenuh seharian di kamar, gue memutuskan keluar dan berjalan-jalan di taman. Gue India banget, ya?

Bagi gue, keakraban adalah kenyamanan. Seperti kita yang baru bisa nyaman dengan orang yang sudah akrab, baru berani curhat ke orang yang udah kenal dekat, baru terbuka setelah percaya.

Nah, pertanyaannya: gimana kalau perasaan insecure itu kita tujukan kepada diri sendiri? Sebut saja, orang-orang yang gak seutuhnya percaya ke dirinya sendiri. Gak yakin dia bisa nyaman tanpa pasangan, tanpa orang lain. Takut sendirian, cemas akan kesepian. Yap, mereka yang merasa kesenyapan adalah suara paling bising.

Gimana kalau itu terjadi ke kamu?

Baru sebentar jomlo, udah ngerasa jadi manusia paling kesepian di dunia. Mulai ngerasain perpisahan, tapi gak bisa berkompromi dengan itu. Padahal kita sama-sama tahu, orang-orang datang dan pergi, entah itu teman sendiri, pacar, bahkan keluarga. Dan lucunya, kita gak tahu mana yang bertahan lebih lama di antara mereka.

Dan setelah perpisahan-perpisahan itu terjadi, kamu akan kagok. Bingung, kemudian bertanya-tanya, ‘Abis ini gue gimana?’ 

‘Kalau dia udah pergi, terus gue sama siapa?’

‘Kalau kita putus, yang ingetin gue makan siapa? Gue gak makan-makan, dong…’

Dan tentu saja masih banyak pertanyaan serupa. Pertanyaan yang membuat kamu sadar telah melewatkan hal yang penting: belajar merasa nyaman dengan diri sendiri.

Yah, postingan ini gue tulis bukan buat ngajak menyendiri dan jadi anti sosial bareng-bareng, kok. Tetapi, untuk sejenak mari kita lupakan orang lain. Ambil sebuah buku dari rak, pasang earphone, mari berjalan-jalan sebentar. Cari tempat nongkrong yang nyaman: kafe, kursi taman, atau sekalian di atas pohon.

Buat dirimu merasa nyaman.

Selamat menyendiri.

Advertisements

18 thoughts on “Sendirian, Kenapa Gak Bisa Nyaman?

  1. aku termasuk orang yang fleksibel. ada kawan jalan ya ayok, nggak ada ya jalan sendiri. jadi kadang kalau lagi pengen ke pasar atau pengen nongkrong di cafe tapi nggak ada kawan, ya aku melenggang aja sendiri hehhehee.. 🙂

    Like

  2. kau tau, Tuan?
    hidup bukan lagi selalu perihal soal keramaian. pada masa hidup perhari selalu ada jatah untuk menyendiri. setiap orang memiliki porsi nya masing-masing.
    karena terkadang, setiap orang pasti membutuhkan waktu untuk sedikit lebih sunyi.

    perihal jalan sendiri. menurut ku pribadi tak ada yang salah dengan membunuh keramaian dengan sepi. karena pada hakikat nya semua orang mengingkan satu hal yang sama; sebuah kenyaman.

    Ya kan?

    Liked by 1 person

  3. Gue sendiri mungkin orang yang butuh seseorang buat selalu mengontrol gue. Dan bener, semenjak sahabat gue ini pindah jauh ke jawa, gue jadi kayak bingung sendiri. Yang biasanya ada dia yang ngingetin gue ini itu, ngomelin, dll. Ya, gue emang yang paling bocah banget diantara yang lain.
    Tapi kelamaan gue udah terbiasa sih pergi sendiri dan ngingetin diri sendiri. Hehehe.

    Like

  4. Salaman dulu sesama introvert hehe
    Kayaknya aku tipe yang udah bisa akrab dengan diri sendiri. Udah ngerasa nyaman sama kesendirian. Sampai teman-temanku pada komen “ko bisa sih kamu betah sendiri, kaya ga punya teman”.

    Like

  5. Yap, terkadang sendirian memang menyenangkan.
    Masih belajar untuk tidak terlalu bergantung dengan seseorang
    Bagus tulisannya, membuat kita lebih menghargai diri sendiri.
    Pertama kali berkunjung ke blog ini.
    Keep writing 🙂

    Like

    1. Apaaaaaaaaa? Baru pertama kali, emang selama ini ke mana ajaaaaa?!

      Oke, bercanda. :p

      Iya. Harusnya kita bisa menjaga hubungan baik sama diri sendiri. Btw, makasih ya, udah mampir. 🙂

      Like

  6. Dulu, ga pede kalo sendirian. Berasa ga ada temen. Trus berasa orang2 yang lihat kita tuh berbisik “Itu orang kok aneh ya, kemana-mana sendiri. Emang ga punya temen?”
    Skrg jadi terbiasa karena memang kesibukan kita & temen2 kan memang beda. Ga bisa dipaksakan kemana2 harus ada yg nemenin.
    Menurutku sih, nyaman ga-nya sendiri atau rame2, semua tergantung waktu & kebutuhan.
    The power of kepepet kdg perlu.. Hehe

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s