Hidup Kita, Keputusan Kita

 
Belakangan ini, ada beberapa hal yang sangat menganggu gue.

Beberapa pertanyaan, yang kalau terlalu lama gue biarkan berputar-putar dalam kepala, kerap membuat gue tidur terlalu larut. Pernah gak, sih, kita terjebak dalam pikiran yang itu-itu saja? Pernyataan seperti, ‘Gue lagi kerja, pekerjaan yang gak gue cintai,’ ‘Gue lagi menjalin hubungan, hubungan yang semestinya bisa gue akhiri karena gue gak bahagia,’ sering mondar-mandir seperti orang-orang di lobby kantor.

Gue berpikir, apa gue sudah melakukan hal yang semestinya gue lakukan? Apa gue sudah di tempat yang benar? Apa ini yang gue inginkan? 

Seseorang di dalam kepala gue jelas-jelas mendengar pertanyaan itu. Dan, sepotong kata yang berkali-kali dia teriakkan sebagai jawaban adalah, ‘Tidak.’

Gue tahu dia benar.

Kalau kamu pernah terjebak dilema dalam menentukan pilihan, mungkin kamu juga pernah mengalami hal yang sama. Dan seperti yang seseorang dalam diri gue bilang, gue pun sadar, gue tidak berada di tempat yang tepat, situasi yang tepat. Oke, gue tidak sedang melakukan tindakan kriminal seperti memutilasi anak tetangga, gak juga membantu Amerika merancang bom atom untuk meledakkan Cibodas. Gak lagi membakar hutan mana pun juga. 

Tetapi, gue tahu satu hal: gue sedang melakukan sesuatu yang harusnya gak gue lakukan. Rutinitas yang tidak seharusnya gue terjebak di dalamnya. Lingkaran kusut yang tidak seharusnya membelit gue, membatasi gerak gue untuk melakukan apa yang benar-benar gue cinta.

Beda dengan otak, hati manusia kadang tolol dan gak ngira-ngira kalau pengin sesuatu. Sejujurnya, gue tahu betul berkompromi dengan kata hati harus gue elakkan. Endingnya, gue cuma bertanya-tanya, sebesar apa penyesalan gue di masa depan kalau gue gak mengikuti kata hati?

Namun, terkadang, yang harus kita lakukan ketika berhadapan dengan situasi pelik begini adalah: memutuskan.

Cara untuk meringankan beban adalah dengan memutuskan untuk berhenti, keluar dari lingkaran setan yang membuat mental dehidrasi. Untuk bahagia, kita tinggal melempar jauh-jauh penderitaan dan orang-orang yang membawa hal itu bersama mereka.

Advertisements

5 thoughts on “Hidup Kita, Keputusan Kita

  1. Tapi meninggalkan begitu saja orang-orang yang sedang mengelilingi kehidupan kita saat ini, rasanya terlalu tega. Karena setiap orang akan berubah, dan seleksi alam selalu berlaku. Jadi, pilih, jalani, dan biarkan berjalan perlahan biar ga kagetan sama hasilnya. Btw tetap semangat ya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s