#MerdekaItu Sadar Akan Pentingnya Perubahan

Selain kenapa mi instan yang gue masak selalu kematengan, hal lain yang sering membuat gue kepikiran adalah: apa, sih, yang membuat gue bangga jadi orang Indonesia?

Kekayaan dan keindahan alamnya… 

Hmm

Ngapain dibanggain kalau buang sampah aja masih seenaknya? Orang-orang yang pelit banget sama kalori ini betulan mengherankan, deh. 

Gue mau cerita dikit, deh. Hampir setahun yang lalu, gue pernah ikutan suatu event di Jakarta. Tempatnya di dalam sebuah aula gede, dengan lampu-lampu terang yang memenuhi plafon. Sebelum acara dimulai, suasana masih sepi dan lantainya masih bersih. Deretan tempat sampah terlihat di setiap sudut aula, yang kira-kira dibutuhkan waktu semenit buat sampai di sana dari titik terjauh di dalam aula itu. Namun pas acara dimulai dan aula mulai disesaki pengunjung, tempat-tempat sampah itu gak kelihatan dan gak lagi difungsikan. Beberapa orang terdekat dari sana membuang sampahnya di situ, sementara pengunjung lain seenak kentut menjatuhkan sampah mereka di lantai. Gue sedikit malu dengan budaya sebagian orang Indonesia ini. Kotor seperti otak pejabat-pejabat korup.

Begitu aktivitas di stage istirahat, pengunjung sedikit berkurang karena sebagian pergi keluar buat makan siang atau apalah. Gue duduk lesehan aja di lantainya yang dialasi karpet tebal, scrolling Twitter sambil menikmati minuman botol dingin penunda haus dan lapar gue. Beberapa saat kemudian, sekumpulan orang di depan gue yang juga lagi lesehan, melakukan sikap memberi jalan untuk orang lewat. Gue mendongak, melihat seorang om-om Jepang membungkuk menusukkan ujung tongkatnya yang runcing ke sampah plastik bekas makanan di atas karpet, lalu memasukkannya ke kantong plastik hitam gede di punggungnya. Si Om Jepang yang berwajah ramah ini tersenyum ke pemuda-pemuda Indonesia yang lagi lesehan di situ—produsen sampahnya—seolah meminta izin buat memungut sampah mereka. Dengan sikap canggung, pemuda-pemuda Indonesia itu bergeser tanpa berdiri untuk memberi ruang. Terlihat ada yang memotret ketika momen ini berlangsung, mungkin buat dishare di socmed.

Setelah melakukan tugasnya sebagai manusia, Om Jepang itu berlalu menuju titik lain.

Perasaan gue campur aduk waktu itu. Antara kagum, salut, malu, kangen, dan laper. Yang membuat gue lebih salut sekaligus malu adalah orang Jepang tadi gak sendirian, melainkan terdiri dari beberapa orang yang juga melakukan amal yang sama di titik lain dalam aula. 

Gue kepikiran, apa, ya, yang membuat dia berpikir untuk membawa peralatannya dari rumah? Apakah karena budaya kotor orang Indonesia yang udah terkenal, sehingga membuat dia yakin bawaannya itu akan berguna? 

Kalau memang begitu, kita seharusnya malu, ya?

Tapi gue yakin, gak semua orang di aula itu sadar dan merasa malu sama dirinya sendiri, pasti juga ada yang mencibir dan mencemooh. Gue yakin bener.

•••

Kembali ke ‘apa yang membuat gue bangga sama Indonesia’ tadi. Setelah mikir sampai migrain pun, kayaknya susah, ya, nemu jawabannya… Kebanyakan yang terjadi di negara ini adalah hal-hal kotor yang bikin jijik dan mual. Kelakuan masyarakatnya (meskipun gak semua), politik pemerintahnya, belum lagi orang-orang bermuka dua yang sering berteriak menuntut perubahan. Ironisnya, mereka sendiri gak mau berubah.

Gue juga gak mau sok suci, tapi kalau ditanya apa yang membuat gue bangga menjadi orang Indonesia, gue akan jawab:

Gue mau berubah. Gue mau berubah menjadi orang Indonesia yang kelak bisa dibanggakan oleh anak-anak cucu gue dan gebetannya masing-masing. Gue yakin, langkah awal menuju perubahan adalah dengan merubah diri sendiri menjadi lebih baik. Dan gue harap, semoga orang-orang baik gak terjebak friendzone terus. Amin.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s