Tentang Kehilangan (Part 2)

Selamat pagi, 1 Juli. Semoga awan menutup langit rapat-rapat hari ini.

Entah kenapa, belakangan ini gue sering banget mengalami yang namanya kehilangan. Bukan sesuatu yang tampak nyata, melainkan hal-hal berwujud semu, seperti selera. Barang-barang yang dulu gue ngebet banget pengin beli, begitu udah punya kesempatan membeli, gairah itu hilang entah ke mana. Dulu kepikiran, besok gue mau nyoba hal-hal baru yang seru, ah. Tapi pas udah ada waktu, malah gak menarik lagi. Gak hanya itu, gue juga jadi males pergi-pergi atau ngumpul bareng teman-teman. Males bersosialisasi. Semacam, ‘Ngapain? Nggak ada yang menarik di sana.’

Kalau dibiarin, lama-lama gue bisa jadi cowok kikuk ngebosenin, nih.

Beberapa hari yang lalu gue baru saja meng-uninstall aplikasi BBM di hape, yang kalau dilihat dari prosesnya yang cuma perlu nge-tap logo “close” di kanan atas ikon aplikasi, gak bisa dibilang uninstall, sih. Tapi seriusan gue udah males banget pake BBM. Yang gue temui di sana gak beda dari apa yang gue lihat ketika buka Facebook. Sampah. Sampah. Sampah.

Hal-hal yang pengin gue lempar jauh-jauh lewat jendela, malah nongol setiap menit di tab Feeds. Begitu buka BBM, sesuatu yang pengin gue tenggelamkan malah mengapung ke permukaan. Belum lagi gangguan-gangguan lainnya seperti broadcast message, test contact, test pack…

Semuanya beralasan, sih. Sejak ngalemin paitnya pertemanan, gue pun ngambil keputusan untuk merombak ulang sosial gue. Alasan gue ngapus BBM tadi adalah buat kabur dari orang-orang di sana. Beberapa orang, tepatnya. Dalam hidup, apa yang gak perlu harus dibuang. Apa yang kelihatannya masih awet dalam jangka waktu panjang, harus disimpen dan dijaga baik-baik. Ibaratnya, kita hidup dalam lingkaran yang kita gambar sendiri. Jangan sampai terjebak bego di dalamnya dan lupa kalau lingkaran itu bisa kita hapus dan gambar ulang.

Dan orang-orang yang boleh masuk pun sama.

Sebenarnya, harapan gue masih sama. Di masa depan nanti, ketika ketemu lagi sama orang-orang yang udah gue tendang itu, gue bisa menghela napas lega karena gak ngabisin sisa hidup dengan mereka. Gak ada penyesalan.

Sekian curhatan pagi ini.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s