Rumah: Sepetak Kenyamanan

Kalau dikilas balik, belakangan postingan blog ini cuma dibikin kering sama review-an gue yang seadanya. Sebetulnya gue pengin bikin segmen tersendiri buat review film atau buku, jadi hari publishnya juga tersendiri sehingga postingan lain berupa curhat, kesotoyan, atau #lagibener bisa terus berjalan. Tapi setelah melihat kembali jadwal gue yang melelahkan, kenapa jadi males banget ya? Sebagai Blogger yang (berjanji) konsisten, gue merasa seperti kaleng kosong nyaring bunyinya.

Tapi terlepas dari itu semua, gue masih bersyukur karena di usia segini gue udah “kenal” sama diri sendiri. Gue bersyukur masih diberikan kesehatan, diberi kesempatan tinggal di kota yang keras agar bisa menempa diri. Selain itu gue juga bersyukur bertahun-tahun yang lalu gue mengalami mimpi basah, bukan menstruasi. 

Kalo sampai terjadi sebaliknya, gue akan menjadi remaja cowok paling bingung sedunia. “Aku punya titit, tapi, kok… ah, sudahlah.” Kemudian gue menikmati hari-hari gue seperti gak terjadi apa-apa.

Oke, maaf atas racauannya.
•••

April tersisa beberapa hari lagi. Itu berarti, hanya perlu hitungan jari untuk menyilang habis semua kolom tanggal di kalender. Pertanda akhir bulan. Gak terasa setahun berlalu sejak gue meninggalkan kampung halaman, sejak kali terakhir gue menginjak Soekarno-Hatta. Bukan, gue gak selancang itu sampai melompat-lompat di atas makam beliau. Mungkin gue akan berteriak, “Kemerdekaan itu darah, air mata, dan air ketuban! Hiduplah kembali kalian wahai kesatria tanah air! Turunkan harga paket internet!” Bukan begitu

Gue kangen suasana bandara. Gue pengin ngerasain lagi euforia karena gak sabaran tinggal bebas di kota metropolitan, hidup mandiri dan jauh dari ketiak emak. Gue rasa, hidup mandiri adalah jalur yang lumayan dekat untuk menuju kedewasaan. Gue kangen kali pertama menghirup udara kotor Ibu Kota, kali pertama menyandarkan kepala di kaca bis, dengan pandangan yang tak henti-hentinya menyapa gedung-gedung tinggi. Sesuatu yang segar memang menyenangkan. Hari-hari baru juga menyenangkan. Di kota besar, kita dipaksa untuk bekerja lebih keras agar bisa bertahan hidup. Setelah bekerja seharian, malamnya istirahat. Kemudian di hari libur duit hasil bekerja dipakai sebagian buat bersenang-senang. Melegakan ya, bisa beli ini beli itu tanpa harus mikirin orang tua yang direpotin?

Sesuatu seperti itu berlangsung terus-terusan. Aktivitas sehari-hari terasa seperti bumi yang berotasi pada porosnya, berlangsung sama dari hari ke hari. Siang berganti malam.

Lantas, setelah melalui berlembar-lembar hari yang berganti seiring dengan halaman kalender yang dibalik itu, gue sadar, sesuatu yang gue tinggalkan sejak lama perlahan mulai memanggil. 

Rumah.

Ada kalanya kita terlalu asyik berjuang, sampai lupa beristirahat. Ada kalanya kecapekan, tapi demi impian, tancap gas terus. Namun dalam sebuah perjalanan terpanjang pun, inti dari kita akan merindukan titik yang sama: titik tempat memulai perjalanan tadi: rumah. Senyaman-nyamannya tinggal di tempat asing, gak bakal bisa ngalahin kenyamanan tinggal di rumah sendiri.  Rumah adalah tukang pijat buat ngurangin pegel setelah beraktivitas seharian. Dan yang paling berharga dalam rumah, ibarat konten dalam sebuah blog, adalah keluarga yang menunggu. Gue rasa, lebaran nanti adalah waktu yang tepat untuk bertemu rumah.


Because…



So, teman-teman rantau di luar sana, udah kangen rumah belum? :))
Advertisements

17 thoughts on “Rumah: Sepetak Kenyamanan

  1. kgnnnnn…. sbnrnya udh ga bisa dibilang rumah sih.. . krn rumahku yg skr ya di jkt ini bareng suami :). Tapi Medan ttp jadi kampung halaman… samaan nih, lebaran aku jg balik… udh ga sabar banget rasanya ^o^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s