The Last: Naruto, Cinta Sejati, dan Kiamat


Gue ingat, kali pertama tahu Naruto itu dari seorang teman pas masih SD dulu. Gue sedang berada di rumahnya, dan bermaksud meminjam beberapa komik untuk dibawa pulang. Salah satunya, Naruto volume 27 dengan cover Sasuke dalam mode Joutai 2. Dan setelah itu, hari-hari gue banyak dihabiskan dengan ngikutin perkembangan Naruto dan dunia shinobi-nya. Bisa dibilang juga, Naruto yang menemani gue selama bertumbuh.

Bertahun-tahun setelah itu, serial Masashi Kishimoto yang diterbitkan Shueisha sejak 1999 ini akhirnya tamat. Kishimoto-sensei menggenapkannya sebanyak 700 chapter untuk cerita aslinya. Lantas, setelah dapat kabar movie terakhirnya akan tayang, gue berpikir ini sama sekali gak boleh dilewatkan. Gue harus nonton, karena chapter 700 itu saja gak cukup untuk perpisahan. 

Setelah cukup lama menanti, akhirnya hari Minggu kemarin gue kesampaian juga nontonnya. Daripada lama-lama, langsung saja gue review. 


Dua tahun setelah berakhirnya perang dunia shinobi yang ke-4, sebuah ancaman baru datang dari bulan. Toneri Ōtsutsuki, seorang keturunan dari Hamura Ōtsutsuki, berencana menggunakan bulan untuk menghancurkan bumi. Toneri ingin menjalankan wasiat dari kakek moyangnya, yang mana ingin mengakhiri kehidupan di bumi yang penuh dengan kebencian, peperangan, dan pertumpaham darah. Sekali lagi, konflik dimulai dari keinginan untuk menghapuskan kebencian.

Kepanikan dimulai setelah insiden penculikan Hyuga Hanabi. Hatake Kakashi yang menjadi hokage saat itu, memberikan misi kepada Naruto, Hinata, Shikamaru, Sakura, dan Sai untuk menyelamatkan Hanabi. Shikamaru juga diberikan jam khusus yang berfungsi untuk menghitung mundur hari kiamat (itu artinya serpihan bulan yang menabrak bumi).

Buat yang ngikutin serialisasinya, mungkin akan menemukan elemen cinta hanya sebagai sisipan atau bumbu pemanis saja. Tapi di film ini, cinta mendominasi jalannya cerita. Yah, bukan berarti sejak awal kita akan disuguhi adegan pertemuan dua insan manusia yang kemudian menikah, atau kisah cinta penuh tragedi yang diwarnai air mata, darah, dan dendam kusumat Suzanna. Tunggu…

Film ini menggali lebih dalam soal hubungan Uzumaki Naruto dan Hyuga Hinata. Dalam perjalanan misi, Naruto secara perlahan menyadari konsep dari cinta berdasarkan memori Hinata. Gimana Hinata dulunya hanya jatuh cinta diam-diam, dan gimana Naruto terlalu bego dan gak peka untuk tahu perasaannya. Hinata berhasil menjadi karakter yang ngajarin kita soal ketulusan, sedangkan Naruto sukses ngingetin supaya jadi cowok jangan bego dan gak peka. Gue sendiri sering mendadak gloomy pas lihat beberapa adegan yang terlalu sendu, ditambah sorot mata Hinata yang emang keliatan kosong dari sananya.

Loh, cinta-cintaan mulu, kapan berantemnya?

Tenang, porsi berantem di movie ini gak kurang untuk standar anime action. Banyak adegan Naruto kejar-kejaran sambil berantem yang kalau dilihat-lihat, sangat jauh berbeda dari Naruto yang ngalahin Kiba di ujian chunin dulu pakai kentut no jutsu. Kali ini dia bertarung layaknya pahlawan yang menyelamatkan dunia, bukan bocah kentut.

Gue rasa, The Last: Naruto the Movie bukan film yang cocok untuk keluarga. Film ini lebih banyak mengekspos tentang cinta daripada persahabatan, brotherhood atau soal cita-cita. Gue lumayan bosan di pertengahan film karena menyajikan hal sama yang diulang-ulang, tapi untung saja gak lama karena abis itu berantem lagi, seru lagi. Untuk gambar animasinya (beserta efek-efek ledakan dan cakra), gue rasa The Last ini yang paling oke daripada movies Naruto sebelumnya.

Jadi, The Last: Naruto the Movie layak tontonkah? Buat orang awam, layak. Buat penggemar Naruto atau manga lainnya (terutama manga cowok semacam One Piece dan Bleach), gue rasa harus.

Oke, segitu dulu review-nya. Kalau gue terusin takutnya spoiler. Oh iya, setelah credit nanti ada adegan tambahan. Jadi jangan langsung keluar dari studio ya…

Nah, buat yang udah nonton gimana tanggapannya? Share di comments ya…
Advertisements

2 thoughts on “The Last: Naruto, Cinta Sejati, dan Kiamat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s