Sungai Sempit Bernama Kenangan

Beberapa waktu yang lalu, gue membeli beberapa lagu dalam album baru Noah, Second Chance, di iTunes. Anehnya, 4 lagu yang gue beli itu cuma lagu lama yang diaransemen ulang sama bandnya. 4 lagu tersebut adalah; Langit Tak Mendengar, Membebaniku, Walau Habis Terang, dan Menunggumu.

Entah kenapa, setiap mendengar lagu tersebut, ada semacam perasaan yang menarik gue ke dalam kenangan. Seperti mesin yang membawa gue jauh memutari waktu, menjatuhkan gue pada masa yang seharusnya udah dirantai dalam memori, di tempat yang pernah ada. Di masa lalu.
Entah gimana, jutaan cerita yang membuku dalam hidup ini seolah hanya berjarak satu spasi ketika gue mengenang. Dari mengenang, gue merasa lebih dekat. Mengenang berarti memotong jarak. Mengenang seperti mengubah jarak ribuan tahun cahaya menjadi beberapa kaki. Mengenang berarti mendekati.
Dan saat ini, seharusnya, gue berada lebih dekat dengan mereka.
Kerena gue sedang mengarungi sungai sempit bernama kenangan.
Advertisements

2 thoughts on “Sungai Sempit Bernama Kenangan

  1. Udah bagus sih tapi ada beberapa kata yang too much coba buat lebih sederhana bahasa y pasti lebih enak dibaca, o ya jangan terlalu banyak pake perumpaan yang gapenting…sekian dulu itu aja hehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s