Kebetulan

Di dunia ini ada banyak kebetulan yang membuat elo optimis, ngarep, ngarep lebih gede, ngarep lebih gede lagi, sampai akhirnya elo sadar itu semua hanya kebetulan. Semacam harapan kosong.
Faktanya, gue menyukai baca buku jauh sebelum mengenal dia. Faktanya, cewek yang sehobi menjadi idaman gue juga jauh dari sebelum gue tahu dia. Sewajarnya orang yang keseringan jatuh cinta, gue gampang dibikin geer. Gue merasa, entahlah, semua kebetulan ini adalah konspirasi jagad raya. Kebetulan kita sama-sama rakus akan bacaan, membuat gue merasa dia diciptakan biar gue tahu, biar gue mengenal, dan akhirnya gue yakin kita cocok satu sama lain.
Sayangnya, gue terlalu percaya harapan.
Apakah dua orang mempunyai minat yang sama bisa bersama? Belum tentu. Apakah dua orang yang betah mengobrol dari sore sampai pukul tiga pagi bisa saling jatuh cinta? Di novel-novel sih ada. Tapi itu gak terjadi kepada gue. 
Pada akhirnya, kebetulan-kebetulan yang membahagiakan ini hanya sampai pada tahap berlari. Berlari, namun tak kunjung sampai ke tujuan.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s